Pengertian ICT dan Perkembangannya
Indonesia merupakan Negara berkembang, mulai dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun teknologinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau yang disebut dengan Information and Communication Technology (ICT) merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Ini dapat dilihat dari pengguna telepon selular, internet, laptop, dll yang semakin merajalela. Penggunanya pun bukan hanya dari kalangan ekonomi atas dan menengah, tapi juga kalangan ekonomi kebawah. Perkembangan ICT tidak hanya mengacu pada produk teknologi, tapi juga perkembangan software atau aplikasi yang memudahkan kerja masyarakat. Menurut Yahdiani (2010), ICT sendiri bukan hanya komputer dan internet, tapi mengandung makna yang lebih luas yaitu meliputi teknologi cetak (seperti buku, modul, poster, foto, gambar, dll) maupun non-cetak seperti teknologi audio (audio cassette, CD-MP3 pembelajaran), audio-visual (VCD/DVD pembelajaran), dan multimedia (CDROM), internet dan pembelajaran berbasis web).
Keadaan SDM ICT Indonesia
Perkembangan ICT di Indonesia tidak sejalan dengan kuantitas dan kualitas SDM ICT yang ada. Ini berdampak pada kurang optimalnya teknologi yang dihasilkan di Indonesia ini. Kurangnya kualitas dan kuantitas SDM ICT tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi juga di Negara lainnya. Seperti di Negara adidaya, Amerika Serikat, kelangkaan SDM ICT juga terjadi. Untuk mengatasinya Amerika Serikat mengimpor SDM dari luar negeri, biasanya India dan Cina. Begitu juga Negara Inggris dan Jerman, serta negara Asia, Singapura. Indonesia diperkirakan akan membutuhkan 350.000 orang SDM ICT. BHTV (Bandung Ho-Tech Valley) merupakan rencana di tahun 2010 untuk mengembangkan industri teknologi. Dengan adanya BHTV akan membutuhkan banyak SDM ICT. Untuk mendapatkan SDM ICT yg berkualitas dan memenuhi kebutuhan industri, banyak cara yang dapat dilakukan.
Program Meningkatkan SDM ICT
Pada tahun 2000 didirikan Program Sekolah 2000. Program Sekolah 2000 merupakan program yang menjaring seluruh sekolah untuk mengenalkan internet. Ini dilakukan agar para siswa mengenal kemajuan teknologi yang berupa internet. Tentu saja fasilitas computer dan internet harus disediakan pihak sekolah. Ini yang terkadang menjadi kendala sekolah-sekolah yang ada. Saat ini banyak sekolah dari SD hingga SMA yang menggunakan sistem belajar SBI (Sistem Berstandart Internasional). Siswa dituntut mengikuti perkembangan teknologi yang ada dalam proses belajar mengajar. Siswa yang diwajibkan mengerti menggunakan computer atau laptop, pencarian bahan belajar dari internet, hingga siswa dituntut mengerti menggunakan produk-produk teknologi dalam sistem belajar mengajar di sekolah. Dengan ini mengajarkan siswa dari dini untuk tertarik di dunia ICT.
Upaya lain untuk menambah SDM ICT adalah dengan adanya program pemerintah dalam pendidikan, salah satunya memperbanyak Program SMK dengan basis IT. Dengan Program SMK IT akan menambah ketertarikan para siswa di dunia ICT, sehingga melanjutkan pendidikan selanjutnya di bidang ICT. Tidak hanya Program SMK IT, kini di berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta telah mempunyai Fakultas Teknologi Informatika. Ini merupakan program yang dapat mencetak SDM-SDM ICT yang berkualitas.
Trend Tenaga Kerja ICT
Saat ini trend perkembangan ICT mempengaruhi para pengusaha, maupun instansi-instansi pemerintah dalam mencari tenaga kerja. Ini dapat dilihat dari situs-situs pencarian lowongan kerja maupun lowongan dari surat kabar. Banyak dicari tenaga kerja dengan pendidikan dari SMK TIK maupun dari perguruan tinggi dengan jurusan teknik informatika, jurusan sistem informasi, teknik elektro dengan bidang telekomunikasi multimedia, maupun jurusan-jurusan lainnya dengan bidang IT. Dengan banyak dicarinya SDM-SDM ICT diharapkan para siswa SMA atau SMK lebih membuka mata untuk bergabung dengan dunia ICT.
Penutup
Perkembangan ICT di Indonesia membuat generasi muda memiliki minat yang besar terhadap dunia ICT. Ini tugas orang tua, guru, maupun pemerintah untuk menemukan bakat anak di bidang ICT. Bila Amerika Serikat mendatangkan pekerja asal India dan Cina, jangan sampai SDM ICT Indonesia dikuasai oleh pekerja Negara lain. Diharapkan SDM ICT Indonesia tetap berkontribusi untuk perkembangan ICT di Indonesia, dan tidak hijrah ke luar negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar