Kamis, 24 Februari 2011

ABOUT LOVE

Cinta adalah samudera kehidupan menuju pulau kebahagiaan.
Untuk mencapainya dibutuhkan alat berupa ilmu
pengetahuan tentang cinta. Cinta adalah pengetahuan
tentang hati dan perasaan,... tapi cinta juga sekaligus seni penuh keindahan,..
.yang selalu terlukis dalam kanvas penuh
anugerah. Agar cinta tetap hadir memberi keharuman, maka kita harus
memahami Tata Kelola Cinta yang baik ( Good Love
Governance ). Di sinilah saya kan coba sampaikan, semoga
bermanfaat. Saya menyebutkan "Hierarki Kebutuhan Cinta", yaitu :
1. Cinta sebagai Sentuhan Rasa.Pada
tahap ini perasaan cinta bisa datang tiba- tiba, menyentuh dinding
asa tanpa bisa mengelak. Tahapan ini biasanya masuk melalui
pandangan mata. Di sini cinta bicara soal aspek
fisiologis (kecantikan/ ketampanan) . Cinta ditafsirkan
sebagai sarana penyaluran kebutuhan biologis.
2. Cinta sebagai Sentuhan Asa.
Pada
tahap ini cinta ditafsirkan sebagai hal yang sulit dimengerti., karena pada tahap
ini cinta bisa tumbuh sebelum berjumpa. Mungkin
karena membaca sebuah tulisan atau mungkin hanya karena
mendengar kemerduan suaranya. Di sini cinta sebagai
sarana pemenuhan kebutuhan emosi.
3. Cinta sebagai Sentuhan Fikir
Setelah
tahap satu dan tahap dua dicapai, maka tuntutan meningkat pada kesejalanan pola
fikir. Bisa diajak diskusi, tukar pendapat, dan
enak diajak bicara. Karena cinta tidak semata - mata
pemenuhan kebutuhan biologis. Dalam sehari kita memiliki
hak hidup 24 jam, dan dialokasikan untuk pemenuhan
kebutuhan biologis sekita 4%. Lalu 96% untuk apa ? di sinilah setiap partner
membutuhkan partner untuk diskusi....Kalau
seseorang menemukan partner diskusinya di luar rumah..., maka
jangan salahkan jika satu waktu rasa itu akan tumbuh di
luar pagar rumahnya....
4. Cinta sebagai Sentuhan Toleran
Di
sini cinta mulai membutuhkan pengertian dan perhatian yang lebih dalam,
meskipun di awal perjalanan, hal inipun sudah harus
ditunjukkan. Bagaimana kita bisa mengerti lebih
toleran...., bagaimana kita bisa menerjemahkan bahasa
perhatian lebih toleran. di sinilah toleransi sejati harus bisa dibuktikan. Tentunya
dari keduabelah pihak.
5. Cinta sebagai Sentuhan Penyatuan Jiwa
Di sinilah cinta akan bicara soal kesetiaan dan pengorbanan. Cinta
akan menyatu tidak hanya dari sisi fisik dan perasaan,
tapi juga sudah menyatu dari sisi jiwa. setiap melihat
dan merasakan ketidaksukaan dari pasangan, ia akan
merasa bahwa itu bagian dari dirinya. Pasangan tidak lagi dilihat
sebagai jatidiri orang lain, tapi ia akan melihat pasangannya
sebagai bagian integral yang tak bisa dipisahkan. Inilah
sebuah pentas toleransi dari jiwa yang suci. Pengorbanan
adalah bagian yang kan selalu menghiasi setiap
perjalanannya. Manis dan pahit dirasakan bersama. Setiap perbedaan
tidak mengarah pada perpisahan. Tapi perbedaan selalu
diterjemahkan sebagai sarana untuk saling
menyempurnakan. Tidak pernah ada dalam niat dan
fikirannya untuk berpisah. Apapun yang terjadi..,setiap hari akan
diisi oleh kisah hidup berdua. Tidak adalagi istilah "Aku" atau
"Kamu", karena dalam kamus hidupnya hanya mengenal satu
kata tentang "Kita".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar